[SQ] Lagi-lagi Iman

Pesan terkadang tak perlu banyak untuk menyampaikan makna, kadang pesan itu sudah mafhum adanya namun kadang kita lupa. Pesan sebagai pengingat menjadi niscaya ketika kita terus berjalan, karena semakin lelah perjalanan kadang fokus menjadi kendala, semakin jauh perjalanan kadang makin lupa kita akan keadaan masa lalu kala ikhtiar selalu diliputi dengan do’a serta pengharapan yang sangat besar kepada Rabb semesta alam. Semakin jauh melangkah, semakin perlu evaluasi lalu semakin memantapkan langkah perlu pengingat yang mungkin sudah terbayang, hanya perlu dikemas lebih rapi dan indah untuk disimak.

Siapa yang tak tau Iman duhai sahabat, siapa yang tak tau definisi itu sebagai insan yang beragama. Sekali lagi, agar tak lupa akan itu semua kita terus memerlukan tadzkirah, dari manapun, dari siapapun dan kapan pun itu. Iman?, ini dia menurut Sayyid Quthb dalam mukaddimah tafsir Al-Ashr,

Iman adalah hubungan wujud insani yang fana, kecil dan terbatas dengan asal yang mutlak dan azali serta abadi yang menjadi sumber semesta. Karena itu, ia berhubungan dengan wujud yang berasal dari sumber itu, aturan-aturan yang mengatur alam semesta ini, dan kekuatan-kekuatan beserta potensi-potensi yang tersimpan di  dalamnya. Dengan demikian, ia bisa terlepas dari kungkungan dirinya sendiri yang kecil ke lapangan semesta yang besar. Juga dari kekuatannya yang kecil kepada potensi-potensi alam yang tak diketahui, dan dari keterbatasan usianya kepada masa berabad-abad yang hanya diketahui oleh Allah swt.

Lebih dari itu, hubungan iman dengan wujud insani ini memberikan kepadanya kekuatan, perkembangan dan kebebasan. Karena, di samping semua ini, iman memberikan kesenangan terhadap wujud semesta dengan segala keindahan yang terkandung di dalamnya. Juga dengan semua makhluk yang ruhnya berlemah lembut dan saling berkasih sayang dengan ruhnya sendiri. Dengan demikian, kehidupan adalah sebuah wisata dalam festival ilahi yang memberikan posisi kepada manusia dalam semua tempat dan kesempatan.

Begitulah kehidupan, sebuah festival ilahi, festival yang memiliki aturan dari sang pengatur semesta alam ini.

Wallahua’lam

[K-SQ]

 

12. December 2012 by Mr.K
Categories: Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *