[TRPe] Sore dan Entitas Dunia

Sore kan selalu menyambut sama halnya dengan pagi. Sore identik dengan energi yang sudah mulai menurun, bukan karena tidak makan namun ada penurunan dari segi ketahanan berpikir dan fisik. Sore bagi entitas dunia, ibarat fase waktu untuk meregangkan badan, istirahat sejenak sekaligus berbenah untuk bersua dengan sanak keluarga. Ketika pagi memupuk semangat, sore adalah bibit-bibit yang perlahan tumbuh, perlahan namun pasti. Bagi entitas dunia, kemajuan per hari, adanya evaluasi dan hikmah per hari membuat entitas itu merasakan sebuah kemajuan. Kini kita patut bertanya, apa yang telah kita lakukan sore ini?. Sore kan selalu datang sebelum Allah mengakhiri dunia, tinggal bagaimana kita meletakkan fase waktu ini sebagai pertimbangan atau mengabaikannya.

Sore ini tidak ada panas yang terik seperti biasanya, namun aliran mahasiswa yang lalu lalang tetap sama walaupun kelas di semester ini masih belum menunjukkan gejalan kompleksitas dan “standar”. Ia masih berwujud perkenalan, seperti seminarku hari ini yang seharusnya berisi materi ajar dari Professor namun hari ini masih tentang introduksi perpustakaan kampus. Tapi sore harus terus dinamis, dinamis hasil yang didapat hari ini.

Kini mungkin sebagian entitas dunia tengah sibuk menunggu bus, ada yang sudah tiba di rumah dan mungkin pula ada yang masih menunggu satu hingga dua jam lagi untuk pulang. Kuharap terus mampu menjaga eksistensi sore, bergerak dan tumbuh.

Kusisipkan satu ayat renungan dari surah Al-Mulk:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
[٦٧:١٥]
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Wallahua’lam

[K]

24. September 2013 by Mr.K
Categories: commons story, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *