TRP-Respect

“Manusia telah dikarunia banyak kekuatan oleh ALLAH, dan karunia yang terbesar adalah kemampuannya membangkitkan rasa cinta dan kasih sayang”

Indah kan sahabat karunia yang diberikan ALLAH kepada kita. Bahwasanya hidup bukan untuk memecah belah, saling hasut dan berkompetisi secara negatif dengan saling menjatuhkan. Manusia memiliki kapabilitas dalam membangkitkan rasa cinta antar sesama dan kasih sayang yang berimbas karenanya. Oleh karenanya, dalam keseharian kita lihat mereka yang menebar senyum, mereka yang menyambut saudaranya dan mereka yang menolong tanpa pamrih atau pikirkan lagi para manusia yang tidak kita kenal sebelumnya, namun ketika kita dijambret mereka bersedia mengejar sejadi-jadinya si copet atau mungkin melaporkan tindak tanduk dan ciri si pencopet ke pihak yang berwajib.

Kalau sudah begini, jelaslah bahwa mereka yang ingin membentuk sebuah paradigma damai haruslah damai dan memiliki rasa cinta yang lebih. Ketika memberikan sebuah nasihat haruslah bermula dari cinta dan kasih sayang agar berkesan. Kalau ingin menyentuh hati, haruslah dimulai dengan kesantunan bukan sebuah friksi, dikotomi, separasi atau istilah-istilah menakjubkan namun memecah di luar sana. Islam dalam kesehariannya adalah cinta dan kasih sayang, karena ia adalah karunia terbesar bagi insan yang hidup dalam alam fana ini.

Oleh karenanya dalam sebuah kisah tarikh nan abadi, kala itu Rasul, Umar dan Abu bakr keluar bersamaan dan mendapati mereka dalam keadaan yang cukup lapar, namun dakwah sudah menguras harta dan waktu mereka. Seketika itu pula mereka berkunjung ke rumah Sa’ad bin Ubadah sang pemimpin kabilah anshar yang kharismatik, Rasul mengucapkan salam yang pertama,

Assalamualaikum..

Yang kedua,

Assalamualaikum..

Yang ketiga,

Assalamualaikum..

Namun tak ada sautan dari sang tuan rumah, karena jika sudah 3 kali sudah sepatutnya meninggalkan rumah seorang sahabat, bukan melihat dari sela-sela jendela kan?, nanti dikira maling lagi.

Selepasnya, Rasul, Umar dan Abu Bakr terlihat gelisah dan pulang, namun selepasnya Sa’ad bin Ubadah dengan wajah riang memanggil para tamunya dan Rasul pun terheran-heran,

Kenapa engkau tidak menjawab salamku?

Sebenarnya aku menjawabnya namun dengan berbisik agar kau mengulangi doa dalam salam-mu lebih dari satu kali 🙂

Luar biasa kan sahabat?, selepasnya hidangan menanti Rasul, Umar dan Abu bakr di rumah tamunya yang juga mulia.

Cinta dan kasih sayang adalah nikmat terbesar, lalu kenapa harus bertikai kalau bersatu adalah solusi tunggal dalam membentuk paradigma iman dan akhlak yang kokoh?

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

17. January 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *