Nostalgia atau Inspirasi?

Seorang ustadz sering menyampaikan untuk rutin mempelajari cara hidup orang besar melalui tulisan atau bahkan biografi jika ia telah tiada. Ini bukan sebagai tajuk nostalgia namun mencari inspirasi karena manusia senantiasa ada saja waktu-waktunya yang mati yang ruh-nya kehilangan arah seolah-olah node server yang mati dan tak bisa bergabung lagi dengan clusternya. Disitulah mereka yang kehilangan arah atau pingsah ruh dan semangatnya bisa mendapatkan lagi momen-momen kerjanya. Namun sekali lagi ada saja yang salah menginterpretasikan sebuah inspirasi, kadang banyak manusia yang “terlalu” senang nostalgia dan ingin kembali ke masa-masa jayanya dulu, hal ini bukan untuk mencari inspirasi namun hanya melemahkan ruh yang mati. Kalaulah nostalgia untuk mencari canda tawa dan kenangan indah masa lalu untuk sejenak saja dan semacam penyegaran fikir yang penat, itu taklah jadi masalah. Hanya saja jika “terlalu” bernostalgia akan melemahkan bukan menguatkan. Lihatlah, bacalah biografi orang-orang besar dan lihat bagaimana kesehariannya, karena kalaulah itu bukan satu hal yang luar biasa, biografi dan namanya tidak pernah engkau dengar, ya karena orang besar memiliki cara-cara yang khas dan spesial yang membuatnya berbeda, sebuah keunikan bukan imitasi.

Carilah inspirasi jangan bernostalgia terlalu lama, kau yang lelah :).

[K-Renungan berbuka, bukan termasuk STP :D]

10. August 2011 by Mr.K
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *