TSS-Fate

Takdir oh takdir, sudah dinihari, ingin menulis sesuatu perihal “Segmentasi keteladanan” yang baru saja terpikir dan akan dituangkan secara precise di TRP pagi esok, namun mata menunjukkan probabilitas keseriusan yang diragukan. Akhirnya/eventually/finally/ultimately, berlabuh pada takdir, ya pada TSS dengan segala kejenakaannya akan menanyakan takdir penulis hingga sampai pada interaksi dengan kotak biner yang hari ini 13,3 inci ini. T_T

Tidak pernah terbayang, sudah 9 tahun aku ditakdirkan bercokol dan menghabiskan waktu bersama kotak/persegi/bujur sangkar yang bisa menerangi dan bisa mengeluarkan huruf-huruf yang terketik lalu bisa pula chatting, blogging, writing dan sebagainya. 9 tahun ketika dulu aku tak pernah tau harus berinteraksi dengannya, hingga klimaks kala 3 tahun membersamai kotak hitam biner ini dimanapun ku berada. Dulu pas masa-masa muda (ada yang berbisik, sekarang udah tua ya?), 2003 adalah masa keren-kerennya teknik informatika dan aku terdampar di jurusan ini selama 4 tahun, lalu 3 tahun ke step more advance dengan bimbingan para dewa unix dan object programming lalu belum kapok hingga melanjutkan cerita yang tak jauh dari biner, mesin kotak hitam yang bisa menyala…wow.

Sembari membaca biografi yang terkait dengan “segmentasi keteladanan” yang seyogyanya ditulis (bukan tulisan gak karuan ini 😀 ), namun apa daya, dari biografi itu aku melihat bagaimana kotak 13,3 inci ku ini dulu dibuat setahap demi setahap hingga menjadi komputer jinjing yang elegan seperti ini, tambah elegan lagi karena si hitam 13,3 inci ini kubeli dari cicil 5 bulan hasil gaji yang dipotong sebesar 1 jt rupiah, sepertinya pak Maksum agak heran,

bener nih bocah nyicil 1 jt /bulan, kenapa gak lunasin sekalian aja?

Aneh memang, namun ya aku tak mau mengeluarkan dana sekaligus ketika membelinya. Sekarang sudah 3 tahun lebih ia bersamaku dalam duka maupun senang. Kini ia sudah punya teman, dari komputer desktop di lab yang lebih sering kugunakan dan si kecil kPad 2 yang elegan dan lucu, husss, jangan sembarang rename produk dong!!!

Iya..iya, Ipad 2, puass!! 😀

So takdir adalah takdir, dulu word art warna-warni adalah dasar yang aku tau sebelum masuk jurusan itu, kini aku bukanlah dewa/geek/peretas/hacker/cracker di bidang ini, namun masih terus tertarik di bidang ini. Akhir kata dari tulisan amburadul ini adalah bahwa (loh kok setelah adalah pake kata bahwa sih?), ~~”

Intinya adalah bahwa tulisan ini lahir karena waktu tak cukup lagi, sudah dinihari, kalau kupaksakan melihat equation matematika yang cukup menarik malam ini, ada kemungkinan tidak lagi menarik. Sehingga hari ini ditutup dengan TSS-Fate. 😀

Tak ada yang salah akan takdir, sama halnya seperti analogi mengeluh dan syukur, yang mana semakin mengeluh sesuatu yang tak diharapkan akan datang dan mengagetkan namun kalau syukur terus tertanam, apapun masalah yang datang walau tak diharapkan, akan menjadi satu wujud kontemplasi, sebuah kedekatan yang integral pada Rabb, pencipta alam.

Wallahua’lam

[K-TSS(Tulisan Selang Seling)]

17. January 2012 by Mr.K
Categories: Lelucon statis | Tags: | 2 comments

Comments (2)

  1. tulisah yg lahir ketika waktu terasa tak cukup kok malah panjang ya kak?
    hehhe 😀

  2. Iya, karena agak ngasal jadi hajar aja karena tajuknya TSS 😀

Leave a Reply

Required fields are marked *