TSS-Distinct&Identical

Ada kesamaan yang baru tersadar kala menembus lorong bawah tanah itu:

Setiap bertemu dengan penasihat akademik (istilahnya lebih enak didengar, easy listening ^^), akan muncul derivasi tugas.

Setiap bertemu dalam jalan-jalan yang ingin menyebarkan ide-ide pembaharuan, banna (pembangunan) dan perbaikan akan juga terus begitu, ada ide-ide yang “Springs to mind”.

Jadi kedua jalan dan upaya ini “distinct” adanya namun “identic”, pada akhirnya hanya perlu konsistensi dan keahlian memukul mundur dan meng-KO-kan rasa tinggi hati, kebimbangan tingkat dewa serta menurunkan intensitas mengeluh ke bawah nilai “pre-defined threshold”.

Persis nasihatku pada pemangku amanah yang terbaru pada ketua di sebuah Ikatan/perkumpulan (selalu saja memberikan nasihat dan motivasi akan lebih mudah ^^):

Ya tiap amanah harus diniatkan untuk ALLAH, karena kalau gak, ujian-ujian organisasi akan terasa berat, padahal semakin ALLAH menguji kita dengan yang lebih berat, itu karena ALLAH ingin menguatkan iman kita, seperti di Surah Al-Baqarah.

Dan pembaca yang baik hati dan tidak sombong (mulai deh @@), penulis tutup dengan syair terbaru Raef ya, agar kita jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengeluh:

So I won’t hesitate no more, no more

This cannot wait I’m sure

There’s no need to complicate

Our time is short…


This is our fate, Rabbee! Rabbee! I am Yours!…

Wallahua’lam

[K-TSS(Tulisan Selang Seling) pasca ketemu pembimbing akademik dan bersiap menuju lapangan bola]

25. May 2012 by Mr.K
Categories: Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *