TRP-Hidup dan Petunjuk

Ibarat hardware yang sudah ter-install software yang proper di dalamnya. Sehingga ia bisa beroperasi sesuai dengan instruksi, fungsi dan pemberdayaan lainnya. Begitupula hidup, kita adalah seonggok manusia yang ibarat hardware membutuhkan software yang proper, ready used, intuitive dan berfungsi baik. Pertanyaan mungkin muncul di benak, apa kiranya software paling tepat untuk seorang manusia seperti kita, jiwa yang sering diaduk-aduk oleh syaitan dan nafsu namun di kesempatan lain di masa hening dan syahdu berinteraksi dengan yang sebenar-benarnya interaksi, akan menjinakkan nafsu dan bersamaan dengan itu hati menyala, menerangi sekitarnya.

Jadi apa kiranya software yang paling tepat untuk kita, seorang insan yang bisa labil namun juga stabil?. Hemat penulis, software kita adalah iman yang terintegrasi dengan add-on berupa al-qur’an yang juga berperan sebagai guidance, lalu sunnah dan teladan berupa sirah yang memberikan sebuah replika software itu, bagaimana iman (software insan) itu pernah berjalan dengan kesempurnaan dalam jiwa seorang teladan sepanjang masa bernama Muhammad, Rasul ALLAH. Terkadang bagi kita, manusia tempatnya keliru ini, software itu tidak berjalan semestinya, kadang software (iman) itu hang karena interupsi eksternal yang melemahkan daya uji, kadang software itu “not responding” kala virus-virus durjana menutupi inti/core software itu yang bernama hati. Sekali core software itu (hati) terinfeksi virus mematikan, akan sulit kiranya menyembuhkannya, lalu apa yang perlu dilakukan?, ada kalanya software(iman) itu di patch-update, kadang kita butuh rilis terbaru dengan istilah upgrade iman, karena kadang iman tidak bisa statis, karena bumi berputar dan kita diuji sejauh mana kita bisa beradaptasi dalam dinamika hidup dan iman yang diguncang.

Untungnya software (iman) itu tidaklah proprietary, dia free, semua kita bisa men-downloadnya, namun pertanyaannya adalah apakah pasca download software itu, kita gunakan ia dengan semestinya?, apakah pasca iman itu menghujam di dada persis di hari pertama kita lahir di bumi, begitupula kita manfaatkan ia dengan semestinnya?, apakah kiranya iman itu sudah kita gunakan untuk maslahat dan gerakan islah?, atau jangan-jangan software(iman) itu sudah lama berkarat, tak peka lagi dengan dinamika dunia yang membutuhkan mereka yang hidup imannya?.

 

لَيْسَ فِي الدُّنْيَا جِهَادٌ لاَ تَضْحِيَّةٌ مَعَهُ

“Tidak ada perjuangan di dunia ini, melainkan mesti disertai dengan pengorbanan”

 

Mari berbenah, mari meng-upgrade software diri, mari scan sistem operasi diri ini, jangan-jangan infeksi virus iman ini kian parah dan kita mulai tak bisa membedakan antara hitam dan putih.

# Cara lain agar terus real-time update software (diri ini), ada baiknya bertemu orang-orang shalih dan mengisi form mutaba’ah jika tidak lupa @@

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

20. May 2012 by Mr.K
Categories: Kontemplasi | Tags: | 2 comments

Comments (2)

  1. alhamdulillah sy real time update dgn membaca blog ini dan mengisi form ke relung hati saya sbg vitamin anti galau dosis tinggi tingkat mahkamah agung#eh.. kalau sdh sekarat, mengingat Alloh sebnyk2nye sdh yg paling proper dah.. wasslm

  2. ^^,
    Ilaa bi dzikrillahi tathmainnul qulb ya…
    Setuju..hehe.

    Waalaikumsalam wr.wb.

Leave a Reply to ikhsan Cancel reply

Required fields are marked *