Untuk-Nya mereka Menangis

Teringat sebuah kisah kala Abdul Halim Mahmud mengadu pada seorang pembaharu Islam bernama Hasan Al-Banna akan seorang pemuda yang menulis di media umum. Pemuda kritis yang belum benar arahnya kala itu lalu menulis tentang “sudah saatnya para muslimah melepas hijabnya”. Terang sangat menyulut api amarah, namun kala Abdul Halim Mahmud menyampaikan kepada sang pembaharu itu ia hanya menyarankan untuk membiarkan saja tanpa dikritisi lewat media, karena beliau merasa sang pemuda itu hanya hasil dari kesalahpahaman dan imbas jika mereka mengkritis tulisan itu malah akan membuat tulisan si pemuda itu naik pamor.

Waktu terus berlalu hingga si pemuda itu tengah berada di negara Adidaya, melihat pembaharu it syahid dan ia bertanya-tanya kenapa sampai negara adidaya merayakan kematian seseorang dengan sebegitu besarnya, mereka pesta di jalan, merayakan seorang manusia yang telah bertemu Tuhannya. Inilah titik balik sang pemuda itu menyalurkan kritisasi, kecerdasan dan keteguhannya kepada jalan yang benar, namanya kini masyhur lewat karya, namanya kini masyhur lewat tulisannya yang bertenaga, tak asing, namanya adalah Sayyid Quthb.

Hari ini, banyak para ustadz yang berperawakan sederhana, namun kala penulis melihat dan mendengar dakwahnya ada rasa hening, ada rasa teduh yang terpancar lewat wajah. Mereka terlihat sedikit kelelahan, raut lebih tua dari usianya, suaranya menggetarkan dan presisi dalam menyampaikan inti dari jalan ini. Senang rasanya bertemu orang-orang seperti ini, yang kala melihat keteduhan dan konsistensi mereka membuat hati terasa pilu akan kegersangan yang kadang datang, kelemahan yang kadang menusuk, interaksi bersama qur’an yang kadang lalai. Dengan mengingat mereka, aku melihat garis-garis wajah yang suka menangis, NAMUN MEREKA BUKAN CENGENG duhai sahabat, mereka adalah yang menumpahkan air mata untuk Tuhan mereka, di malam yang gelap tanpa satupun yang mengetahui kecuali garis-garis wajah tempat cucuran air mata itu masih membekas.

Rabb berikan cintamu pada mereka, di tiap langkah mereka, buat mereka terus istiqomah dalam jalan-jalan terjal membantu Agama-Mu. Kala mereka berbisik hendak bertemu denganmu dalam skema terbaik, Engkau yang maha tahu kapan dan seperti apa nanti kau memanggil mereka. Bisikku, semoga mereka diperkenankan masuk dalam jannah-Mu bersama para orang shalih dan Anbiya yang telah mendahului mereka. Agar mereka menjemput sesuatu yang selalu mereka sampaikan dalam dakwah mereka, agar mereka bisa berkumpul bersama teman terbaik mereka yaitu orang-orang shalih itu.

Wallahua’lam

#Untuk para masyaikh, untuk mereka yang terus bergerak.

02. April 2013 by Mr.K
Categories: Brain Stretching | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *