TSS-Mengerahkan Segala

Pernah lihat mamang nasi goreng menarik gerobak di tanjakan perumahan elit di bilangan Kemang hari itu?

atau sahabat,

Pernah lihat pedagang sate madura mengelilingi gang-gang kecil kecamatan kosambi hingga larut malam dengan panggilan khasnya, teeee…saaa…teeee….

atau mungkin sahabat,

Pernahkah melihat seorang ibu paruh baya, menggendong bakul menuju pasar induk, tengah malam buta guna menjajakan sayur yang beliau ambil dari agen di kampung sebelah?

Dunia itu tentang upaya, tentang keringat yang jatuh, tentang janji dan tentang kerja…

Dunia itu tentang uji, tentang bagaimana si fulan santun pada si fulan B yang kesulitan…

Dunia itu tentang daya tahan, sejauh mana melibatkan Ia sang penggenggam jiwa…

Dunia, ya tentang dunia…segala kisah telah tergores,

Nuh dan Lut harus menerima takdir bahwa istrinya tak seperti mereka yang saleh,

Layaknya Fir’an harus menerima takdir Asiah istrinya termasuk salah satu yang dekat pada Rabb dan memiliki do’a visioner,

Do’a visioner?, kalau mungkin kita meminta dunia, Asiah meminta sesuatu yang jauh dari pandangan mata, namun jiwanya tlah jauh terbang ke atas dan meminta rumah, ya rumah di surga,

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ [٦٦:١٠]
Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ [٦٦:١١]
Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.

At-Tahrim bercerita tentang makna, makna kedekatan.

Karena dunia selalu begitu, ia tentang cerita, tinggal kemana kita bawa cerita itu…

Wallahua’lam

[K-TSS citarasa TRP]

11. April 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | 2 comments

Comments (2)

  1. Wah, ada nyebut2 merk, ‘kosambi’…hihi…

  2. Iya, teringat mamang sate madura depan kosan pas muda dulu ^^

Leave a Reply

Required fields are marked *