TRP-Ultimate Happiness

Setelah sekian lama bergelut dalam kehidupan temporal di sebuah landscape dengan aneka warna bernama dunia, kudapati beberapa tempat kala kedua orang tuaku bersinergi dalam kesenangannya. Aku masih ingat kala mereka dimohonkan berdiri di satu sesi commencement ceremony hari itu, itu pertama kali kala mereka berdua berdiri bersamaan bersamaku atas nama Achievement dunia ^^ . Di kesempatan lain, tahun-tahun sebelumnya, kebahagian itu melebur dalam keseharian. Adikku sering meledek, anak tersayang udah pulang, haha… aku menahan tawa sejenak, ya setiap aku pulang pasti sudah tersedia aneka makan yang memang berstatus invisible di tanah rantau. Terkadang, di beberapa kesempatan hari demi hari menghabiskan waktu libur, kami jalan-jalan bersama hingga semua pending menu terselesaikan semua, pernah satu kali kami ke warung nasi pecal, bersama mencari ikan tongkol besar untuk mengincar kuah tumis, pernah di tempat lain kami berkunjung ke barat Atjeh untuk mencari kerang besar, lalu tiram di pasar ikan yang lain dan terkadang kami perlu meng-hire Kak Zimmah dari kampung sebelah untuk menemani membuat kuah plik u. Hingga pada akhir liburan, semuanya tertuntaskan. Di masa-masa itu, aku berupaya keras tidak salah dalam bertindak, tidak merusak keharmonisan dan menjaga agar semuanya baik, tenteram dan berjalan tanpa tindakan artifisial. Kadang ku mendapati cara-cara yang ayah lakukan untuk menggali masa-masa muda mereka, ibuku menahan tawa, namun disitulah letak ultimate happiness itu, kadang di kesempatan lain mereka bercakap sembari menembus jalanan kota, kadang tertawa kadang sembari berbicara masa depan, lalu tertawa, ya lagi tertawa bersama.

Beberapa hari ini, aku tau mereka, lagi, sedang menikmati kebahagiaan itu, kala sms itu masuk berurutan, kala mereka senang dalam hari-hari kedepan. Aku semakin sadar dan mengiyakan salah satu quote indah pak Mario hari ini, bahwa terkadang do’a itu, kadang tangan yang kita tengadahkan ke atas itu, hanyalah media kita berinteraksi pada-Nya. Namun percaya atau tidak, Rabb kita yang Maha Mengetahui, telah tak terhingga memberikan kita kebaikan, yang tidak pernah kita minta dalam do’a-do’a kita lalu somehow , itu lebih memberikan kesenangan. Coba sahabat renungkan lagi!. Aku mendapati kesenangan yang bersinergi, bahwa 2 insan dipadukan dalam satu senyawa yang harus bergerak seirama, kadang ada singgungan, kadang ada obstacle, namun ibarat dunia robotika sekarang ini, pasti akan ada momen obstacle avoidance yang di-create ALLAH swt dengan sistemnya yang tiada cacat, lagi kadang masalah pelik 2 insan yang menjadi satu senyawa itu terselesaikan di momen hidup berikutnya, kala ada kemudahan yang tiada terduga selepasnya.

Kini, aku menatap, kini aku berpikir, apa yang harus kuberikan pada mereka, apa yang membuat sinergitas itu semakin meningkat karena kehadiranku sebagai anak mereka?, apakah persentase kehidupanku hari ini lebih menjadikan mereka berat atau kehadiranku memberikan successive ultimate happiness bagi mereka. Kini aku ingin membuat 2 letupan akhir, yang semoga mereka kembali dengan kesenangan terbarukan, kesenangan 2 insan yang meng-elaborasikan diri menjadi satu senyawa, susah senang bersama, air pasang dan air surut tiada daya tuk memisahkan, karena senyawa yang tahun demi tahun semakin kokoh.

Sebuah goresan, karena kudengar, karena banyak mawar-mawar digenggam para ibunda di dunia hari ini, kata orang hari ini adalah mother’s day namun bagiku ini parent’s day. Aku senang mendapat sms mereka 2 hari ini ditambah satu email pelengkapnya.

Kata orang, semua pengeluaran dalam ilmu organisasi perlu reimbursement namun ada organisasi yang berjalan seumur hidup yang entah bagaimana berjalan tanpa reimbursement, kala orang tua tak pernah meminta reimbursement pengeluaran mereka, jerih payah kerja mereka dan keringat mereka untuk kita anaknya. Reimbursement yang hanya perlu kita berikan adalah hasil, kebanggaan dan keterharuan yang diliputi kebahagian. Nanti akan ada masa, kala kita berbisik, semoga nanti mereka tersenyum karena aku, anaknya.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

13. May 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: | 5 comments

Comments (5)

  1. Tulisan yg sukses membuat jiwa-jiwa perantau kembali menengok (melalui balik jendela*) apa yg ‘ditinggalkan’nya… memandang jauh dan jauh….ketika visualisasi indra mencoba menerobos ruang jarak dan waktu…. secercah titik yg telah lama bersembunyi pun akhirnya hadir….kerinduan….rindu untuk mudik… mudik oh mudik…

    *ceritanya ini no video call/ tlp/ internet etc

  2. Iya, kadang kita perlu menengok lagi apa sebenarnya purpose/aim kita berada di tanah rantau ^^. Tiket mahal menjelang summer vacation…hehe.

  3. itu, komen pertama, komen kakak sendiri bukan sih?
    kok kayaknya . . .

  4. Bukan ^^, comment sy yang kedua.

  5. haduh. maaf (._.)

Leave a Reply

Required fields are marked *