TRP-Rigor

Memiliki cita-cita luhur untuk menyatukan bukan memecah belah, memiliki satu mimpi untuk menyatukan dan mendamaikan jazirah dan kuraisy pada khususnya. Begitulah mimpi seorang pemuda tegap yang setiap musim pasar Ukaz menjadi tontonan karena senantiasa memenangi arena gulat. Perawakannya khas, tinggi melebihi masyarakat kuraisy kebanyakan, kedatangannya khas dengan kecepatan berkuda yang tiada tanding. Ia tidak memiliki cita-cita yang pudar ketika masih jahil dan berislam, misinya sama untuk menyatukan umat walaupun cara ketika jahiliyah dan berislam berubah drastis 180 derajat. Dulu ketika masih jahiliyah, perawakan kerasnya melunak karena melihat ancaman pecah belah dikarenakan agama baru yang membawa misi tauhid. Sebuah kejanggalan melihatnya sedih kala itu, seperti yang diceritakan Umm Abdullah binti Abi Hismah,

Kami sudah akan berangkat(hijrah ke habasyah) tatkala Umar bin Khattab datang dan berhenti di depan kami, yang ketika itu ia masih dalam syirik. Kami menghadapi berbagai macam gangguan dan siksaan dari dia. Ia berhenti dan berkata kepada kami,

‘Jadi juga berangkat, Umm Abdullah?’, saya jawab: ‘Ya! Kami akan keluar dari bumi ALLAH ini. Kalian mengganggu kami dan memaksa kami dengan kekerasan. Semoga ALLAH memberi jalan keluar kepada kami.’ Dia berkata lagi: ‘ALLAH akan menyertai kalian.’

Saya liat dia begitu terharu, yang belum pernah saya lihat. Kemudian dia pergi, dan saya lihat dia sangat sedih karena kepergian kami ini.”

Setelahnya itu suaminya datang. Diceritakannya percakapannya dengan Umar itu dan dia sangat mengharapkan Umar masuk Islam. Tetapi jawab suaminya: “Orang ini tidak akan masuk Islam sebelum keledai Khattab lebih dulu masuk Islam.”

Ya wahai pembaca yang baik, kita sedang berbicara tentang Umar bin Khattab yang kala itu sangat mustahil ia berislam. Namun ALLAH berkehendak lain, IA melunakkan hatinya dan menjadi tokoh besar sepanjang masa. Dapat kita lihat dari kisah di atas bahwa Umar baik masa jahil dan berislam memiliki cita-cita yang sama, ia ingin sebuah kedamaian dan penyatuan kabilah. Dan sejurus kemudian, ketika hidayah mengalir deras dalam relung hatinya, ia mampu bersanding bersama Rasul dan para sahabat lainnya menyatukan jazirah dengan cara yang ALLAH kehendaki, ya dengan tauhid yang melebur di jiwa kaum muslimin.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

 

 

01. November 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *