TRP-Pengenalan Karakter

Di keseharian akan ada persinggungan, di setiap aktivitas yang melibatkan lebih dari satu kepala akan berdampak pada variasi pemikiran yang perlu disaring hingga mendapatkan solusi atau jalan terbaik yang menjadi kepuasan/maslahat sosial. Sekarang masalahnya ada di pengenalan karakter tiap kepala itu, kalau ingin menerapkan sistem tirani, mudah saja yang lain hanya menguntit di belakang tanpa perlu tau banyak hal, jika tidak setuju hajar saja. Kalau ingin menerapkan sistem bebas berpendapat, bisa menjadi solusi namun jika memberikan keluangan untuk semua elemen yang ada hanya pemborosan ide, tidak solutif secara cepat. So gimana dong?, oleh karenanya di dalam manajemen ada istilah stake holder, begitu pula dalam membuat sistem mini di sebuah lingkungan, stake holder memiliki peran yang lebih penting dibandingkan masyarakatnya, mereka sepatutnya memiliki wawasan yang lebih, luwes dan menerima pendapat, aplikatif dikarenakan dalam gerak ini kita bukan bicara tentang teori namun amal dan pada akhirnya stake holder haruslah mampu memberikan asupan ruhy-nya yang lebih, kalau tidak bagaimana memenuhi syarat mereka yang bergerak, yang harus memiliki iman yang dalam?.

Selepasnya, dalam hari-hari yang dinamis akan ada karakter baru, akan ada mindset baru yang harus disesuaikan, kadang ada sistem yang berjalan sekian tahun namun perlu peremajaan ide setelahnya, kadang ada penyesuaian target hingga hari-hari ke depan difokuskan kepada satu hal yang general, dielaborasi menjadi sub-sub amal lalu nantinya lagi akan mengarah kepada tujuan general tadi. Jadi hari-hari ke depan bukan masalah seperti apa penyikapan dan tindakan dalam melihat masalah saja, namun mereka yang terus menghidupkan hari-hari, harus senantiasa membersihkan niat yang tulus dalam variasi kegiatannya. Boleh jadi, si fulan yang dulu asyik sendiri dengan mushaf ustmani-nya harus sibuk mencerna tugas yang banyak, boleh jadi si fulanah yang dulu sibuk mengurus urusan kecil perlu menyelesaikan hal-hal yang lebih besar, boleh jadi si fulan lainnya harus menjadi bawahan kala dulu ia memangku jabatan. Namun apakah status dunia itu yang membuat kita lupa, membuat kita tak kenal lagi karakter-karakter di sekeliling kita?, bukankah kita harus memahami kondisi sekeliling kita dalam menjalankan aktivitas?. Kadang terbentur oleh keinginan mempertahankan ide, kadang terbentur pada satu hal kecil yang tidak perlu dibesarkan, kadang ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting lalu menjadi penting karena birokrasi hasil manusia. Sepatutnya dalam variasi hari, niat tetap bersih, tidak terganggu layaknya samudera yang dalam, tenang dan damai. Benarlah apa yang dikatakan seorang masyaikh, bahwa nanti akan ada kelesuan, akan ada semangat yang membara namun pada intinya ini hanya masalah ketaatan pada pemimpin kan,

Dengar dan patuhlah kepada pemimpin kamu di masa susah dan senang, ketika segar dan lesu.

Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan ide sendiri lalu tak bergerak lagi, padahal sunnatullah itu ada, padahal pemimpin itu bukanlah hasil seleksi akademis saja, bahwa si fulan yang encer matematikanya boleh memimpin, bukan masalah Fisika dan MC kuadrat itu dan pastinya bukan hanya tentang statistika, holistik dan probabilitas kan?. Kadang kita terlalu asyik dalam mempertahankan sesuatu hingga tak ingin bergerak maksimal. Jalan ini akan terus ada, ia amat panjang, terminalnya belum kunjung terlihat namun dengan jiwa yang ada iman yang dalam, kolektifitas dan pengenalan karakter lalu kita dituntut untuk memahami hakikat tuntutan,

Sesuatu kaum itu tidak sesat selepas mereka mendapat petunjuk kecuali orang-orang yang suka berdebat. Kasih mengasihilah di antara kamu dan jaga serapi-rapinya ikatan kamu karena ia merupakan rahasia kekuatan kamu dan penunjang kejayaan kamu. Tetapkanlah diri kamu  sehingga Allah membuka di antara kamu dan kaummu dengan kebenaran. Dialah sebaik-baik pembuka.

Terus merapihkan, terus mengenal lalu dalam hening yang pasti, bergerak terus kapan dan dimanapun. Waktu terus bergerak, ada atau tanpa kita disana, terserah!

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

01. June 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *