TRP-Mendarat Mulus

Sepasang burung gereja tengah mendarat di jalan setapak…

Aku urungkan niat tuk melewatinya, agar tiada kemesraan yang terburai…

Sepasang burung gereja tengah mendarat di jalan setapak…

Tanpa peduli yang lain, mereka sibuk bercakap…

Kata orang, perlu kesungguhan dalam hidup, atau sering kita dengar tentang jiddiyah. Begitupula dalam kesungguhan, ia tidak bisa berjalan temporal, oleh karenanya muncul istilah istimrar, sesuatu yang berkelanjutan (sustainable). Kalau Rabb ingin menjadikan dalam sedetik saja, bahwa hidayah akan turun di semanjung arabia yang berbangga dengan kabilahnya, bertikai karena kabilahnya dan berbagi amanah sesuai kabilahnya, tiada kesulitan bagi-Nya untuk memberi hidayah itu kan?. Namun kenapa perlu 23 tahun?, kenapa muncul kata-kata tak senonoh pada sang uswah?, kalau pembaca simak dalam surah Nun, Rabb mengibur Nabi-Nya dengan sebuah struktur yang mengagumkan, kala kafirun menghina dengan kata “gila”,

 ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ [٦٨:١
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,

مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ [٦٨:٢
berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.

وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ [٦٨:٣
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ [٦٨:٤
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Kini katakan padaku, apakah ada gelisah kala Rabb yang menenangkan dengan kalam-nya yang indah?, Apakah kiranya Rasul makin gelisah kala Rabb-nya menenangkannya dengan wahyu di atas?, jelas Tidak. Susunan-susunan ayatnya begitu indah dan sangat menyejukkan. Sehingga 23 tahun mungkin menjadi rentang ikhtiar, rentang upaya dan rentang istimrar yang diuji serta apakah jiddiyah itu luntur pasca cercaan musyrik makkah, apakah jiddiyah itu luntur pasca embargo kabilah Hasyim dan Abdul Muthalib, apakah jiddiyah itu luntur pasca amul huzni kala Khadijah dan Abu thalib dipanggil, apakah jiddiyah itu luntur pasca mempersaudarakan muhajirin dan anshar, atau malah jiddiyah itu luntur pasca kemenangan demi kemenangan yang gemilang serta ekspansi aqidah?

Sungguh, kiranya Rabb menginginkan, sedetik atau bahkan sebelum mata berkedip, tidak sulit baginya merubah segala, memberikan hidayah segala dan menaburkan perdamaian di seluruh jiwa-jiwa yang lalai. Namun jiddiyah itu perlu waktu, begitupula istimrar itu kan?

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ [٦٨:٥
Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,

بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ [٦٨:٦
siapa di antara kamu yang gila.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ [٦٨:٧
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

15. April 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *