TRP-Kebijakan yang Aplikatif

Setiap naik bus umum, pasti ada renungan tentang kekinian yang dihadapi penulis. Setelahnya jika sedang ditemani K-Pad 2 yang sekarang sudah hampir hilang di pasaran, penulis akan mencoret2 bermodalkan notes yang terintegrasi didalamnya. Kali ini karena jaraknya dekat, K-Pad 2 diistirahatkan dan inilah hasil simpanan di memori temporal otak penulis, bahwa kebijakan itu harus implementatif.

Kadang kita dihadapkan pada kebijakan yang semu dan tak mungkin dilaksanakan. Pertanda dari kebijakan model ini adalah, ia terkesan general dan tak bisa masuk ke benak secara direct , perlu diolah dan direnungi atau di-break down secara rinci. Masalahnya adalah jika pemberi kebijakan general tadi kasak kusuk ketika kita telah mem-break down secara rinci. Para pemberi kebijakan memang tidak dituntut untuk menyampaikan secara cermat, detail dan implementatif, namun masalah terletak pada “involvement” si pemberi kebijakan pada ranah aplikatif yang ia tak tau caranya. Nah disinilah letak masalahnya, bahwa pengambil kebijakan atau pemimpin perlu capable di bidangnya, ia hanya menjadi pengawas di ranah aplikatif dan secara santun menyampaikan koreksi di ranah itu, bukan interupsi dengan ketidakcermatan etika.

Sederhananya begini, anda dihadapkan pada strategi memecahkan masalah publik bernama kesemrawutan ibukota, kebijakan yang implementatif akan bercerita tentang pengurangan jumlah kendaraan publik di atas masa pakai tertentu, disiplin dengan penyebaran tenaga publik/relawan dalam penegakan kedisiplinan, pengerahan sumber daya lalu lintas dalam kontrol dan sebagainya. General kan?, setelahnya di ranah aplikatif menyusun, breaking-down hal tersebut lebih ril dan implementatif. Lagi, definisi ketika kebijakan tak lagi implementatif, ketika pemberi kebijakan tadi, sibuk dalam kritisi kosong dan tidak santun lalu menyalahkan para tenaga handalnya dalam ranah aplikatif. Begitulah adanya.

Sehingga kalau sudah begini, ada teladan penuh makna dalam diri qudwah kita, sekarang sahabat coba bayangkan kala perang Khandaq dan Salman dari Persia mengusulkan untuk membuat parit lebih dari 1 km, sekarang sahabat coba bayangkan, jika pemberi kebijakan tidak sebijak Rasul kita, tidak sesantun Rasul kita, tidak se-capable Rasul kita, apakah para sahabat dengan mudah menerima ide itu?, bayangkan sahabat, ini masa perang, yang mana kaum kafir berkoalisi dengan Yahudi dan kabilah2 pinggiran semenanjung yang masih menaruh dendam pada Islam, bayangkan itu!. Namun kenapa sahabat dengan yakinnya menggali parit dengan sabar, hingga mereka kelaparan dan batu perlu menyangga pinggang dan celana mereka?. Sahabat, kau tau makna implementatif disini?.

Karena Rasulullah saw berada bersama mereka disana, memecah batu bersama mereka, menggali bersama mereka, menyeka keringat bersama mereka.

Lalu kalau sudah begitu ketenangan apalagi yang patut dicari?

Sehingga bagi para pengambil kebijakan, pentinglah adanya rasa santun di dalam diri, kontrol berkala dalam diri, cermat dan sustained dalam diri. Kalau tidak, sepertinya anda tidak lagi capable sebagai policy maker.

Lalu bagaimana membentuk para generasi pembentuk policy yang arif dan bijaksana?, jawabannya mudah saja, kita ambil pemikiran Sayyid Quthb yang masyhur dengan tafsir fi dzilalil quran-nya, bahwa batu bata pertama peradaban pasca pembentukan individu yang ber-aqidah adalah keluarga. Pada batu bata pertama peradaban bernama keluarga itu menyimpan makna dan eksperimen kebijakan dilaksanakan, bayangkan sahabat kala seorang ayah menuntut anaknya rajin shalat namun ayah itu tidak, bayangkan kala seorang anak dituntut melakukan infaq dan berbaik budi kala bermuamalah, sedang ayahnya tidak. Apakah itu implementatif dari sudut kebijakan sederhana?, tidak kan. Oleh karenanya dalam berkeluarga kita belajar realistis dan ber-eksperimen dalam mengambil kebijakan untuk membentuk sebuah peradaban.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi) yang terlambat ^^]

 

24. March 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *