TRP-Jejak Itu

Sayyid Quthb pernah berujar:

Sekiranya umat Islam sekarang ini masih tetap tertatih-tatih, masih tetap terhuyung-huyung, masih tetap sempoyongan, maka semuanya ini adalah tanda dan kehidupan baru yang telah mulai bergerak, bukan tanda kematian yang akan datang, dan bukan pula tanda bahwa ia itu sedang sakit. Semuanya itu adalah tanda-tanda kebangkitan, tanda-tanda kebangkitan setelah tidur sedemikian lamanya, setelah lelah demikian lamanya. Masa depan adalah kepunyaannya.

Saudaraku, coba bayangkan kita baru terbangun pagi ini, kala mata kita kucek, kadang malas kadang tertatih-tatih untuk sekedar mengambil wudhu, namun ketika belenggu syaitan itu lepas satu per satu, alangkah indah gerak ini, mungkin masih terkantuk-kantuk namun kala tugas dan kewajiban telah ditunaikan ada rasa nyaman dalam memulai hari. Begitulah kondisi umat, ketika kita berlelah-lelah dan mungkin kemajuan kita belumlah mencapai hasil yang signifikan, bukan berarti Islam ini sedang hancur dan roboh, tidak sekali lagi tidak, karena kita sedang membangun. Sahabat ingat bagaimana kekuasaan Persia dan Romawi dipergantikan tanpa ada yang membayangkan kedua imperium itu takluk oleh para kabilah-kabilah semenanjung Arabia yang dulunya sangat mudah diadu domba?.

Kalau kita menilik sejarah, Heraklius baru sepuluh tahun menaklukkan Syam dan memfutuhnya dari Persia, namun tak lama, kala mereka yang bangkit perlahan, kala Badr mengguncang Makkah yang masih kafir, kala Uhud menjadi saksi evaluasi sekumpulan manusia yang beriman itu dan kala Khandaq menguji iltizam mereka, lalu di zaman ekspansi terbesar sepanjang sejarah, mereka menyentuh Irak yang digenggam Persia dan merambah serta merangsek maju hingga Homs dan Antakiah di Syam. Lalu 10 tahun aksi heroik Heraklius itu lenyap, kala pasukannya kocar kacir oleh sekumpulan manusia berkuantitas minim namun kaya kualitas, yang kala itu dipimpin seorang Amirul mukminin yang memiliki ketegasan dan kelembutan yang melebur sekelas Umar bin Khattab.

Sejarah mengukir masa demi masa kala kita terbangun, kala agama tauhid memfutuhkan wilayah lalu memberikan opsi kehidupan, bukan genosida serta bukan pencaplokan ala yahudi laknatullah di bumi kelahiran para Anbiya hari ini. Ketika mereka menghidupkan roda kehidupan wilayah yang dibuka, kala manusia tidak dipaksa untuk bertauhid namun mereka berhak memilih, membayar jizyah atau berislam. Adakah kiranya sebuah pembukaan daerah semulia ini?, setulus ini dalam geraknya?. Mereka bukan bergerak karena harta, karena kalaulah harta menjadi tujuan, Sa’d bin abi waqqash bisa menumpuk harta pasca penaklukan Kadisiah, Mada’in lalu kemakmuran di kufah dan basrah wilayah Irak. Kalaulah mereka bergerak untuk dunia, tiada kekuatan kata yang indah seperti pesan Umar pada Abu Ubaidah, pemimpin batalyon yang membuka Syam dan memaksa Heraklius kembali ke konstantinopel, kala pemimpin kharismatik itu digerogoti kelemahan jiwa yang akut, hingga Theodorus takluk oleh Khalid di Yarmuk dan Menas di Kinnasrin.

Sahabat, mari kita simak indahnya pesan Umar kepada Abu Ubaidah ini yang sekaligus memancarkan nilai kala Khalid menjadi bintang di medan laga, bahwa gerak-gerak pembebasan bukanlah untuk dunia, namun diletakkan secara pasti untuk Dia sang penggenggam alam, ALLAH swt,

Umar pasca pembebasan wilayah Kinnasrin: “Biarlah Khalid memimpin dirinya sendiri. Semoga Allah memberi rahmat kepada Abu Bakr! Ternyata mengenai orang-orang penting dia lebih tahu dari saya.”

Di satu sisi ia bersyukur dan di sisi lain ia mendoakan pendahulunya yang lebih memahami orang-orang penting dalam gerak-gerak pembukaan wilayah.

Lalu, roda hidup dipergilirkan, kala abad pertengahan harus hilang dari genggaman, kala Islam tertidur pulas. Kini ia bangun lagi, seperti seorang manusia yang baru memulai paginya, ia masih sempoyongan, mengucek-ngucek mata lalu beranjak mengambil wudhu. Begitu pulalah, Islam kini terbangun, mungkin masih sempoyongan namun manusia-manusia aqidah di dalamnya semakin luas, semakin memahami akan kenikmatan jalan ini. Kalau sudah begini, biarlah waktu yang menjawab, karena,

Allah maha besar. Masa depan adalah milik Islam.

 

Wallahua’lam.

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

21. May 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *