TRP-Closest

Selama masih ada lembaran cerita di tiap pagi nan cerah ataupun hujan, akan terus ada cerita tentang sebuah perjalanan kadang ia monoton namun kadang dinamis ditambah dengan suasana yang membuat semua berbeda. Hari Subagja dulu pernah mengisahkan ketika seorang ayah dalam letih bekerja lalu pulang di malam hari. Sebagai ayah yang baik ia tidak mau letihnya terpancar di depan keluarganya, lalu ia ambil satu amplop kecil berisi kertas di dalamnya lalu ia buang amplop itu ke tong sampah. Amplop kecil itu berisi kertas dengan tulisan “masalah” yang dibuang ke tong sampah sebagai wujud masalah kerja tak boleh masuk di ruang-ruang ceria rumahnya. Ia menyambut anak dan istrinya dengan ceria tanpa mengeluh dalam lelah hari ini di meja kerja. Mungkin itu yang masih penulis ingat, karena sekitar 2004-05 penulis membacanya yang pada intinya setiap cerita ada duka ada pula cerita cinta yang kadang bisa diseparasikan walau ia melebur dalam keseharian.

Ketika itu para kabilah sekutu kuraisy termakan hasutan dan memiliki tekad yang sama untuk memusnahkan agama baru di semenanjung arab yang mulai mengusik dan berkembang di Madinah. Kala itu semua kabilah sekutu berkumpul tak tinggal diam semuanya memiliki hasrat untuk menyerang agama tauhid yang kala itu sudah hidup nyaman di Madinah. Tak tinggal diam, parit besar terhampar berkat kejeniusan Salman dari Persia untuk menghadang pasukan berkuda yang harus pikir 100 kali kalau ingin tetap melompat parit luas itu. Namun perang ini bukanlah perang sesaat yang singkat dan tak bergigi, semua diliputi gundah semua tegang karena pertolongan Rabb belum juga datang, angin dingin mulai mengancam namun inilah masa uji yang sangat gemilang bagi mereka yang mengaku Islam, apakah memang kokoh atau luntur?

إِذْ جَاءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا [٣٣:١٠
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.

Sudah mulai ada prasangka, bukan lagi dengan sesama namun kepada Rabb, oh pembaca sungguh dahsyat kiranya hari-hari itu bagi assabiqunal awwalun sampai hati naik menyesak sampai tenggorokan. Namun kisah demi kisah terus digores, ada ummahat yang menghadang musuh yang ketika itu Hasan bin Tsabit agak kewalahan ada pula kisah heroik alumni badar yang terus bertahan melindungi RasulNya. Semua diuji hingga saat itu tiba,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا [٣٣:٩
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.

Bukan satu pertolongan wahai pembaca, namun ALLAH kirimkan tentaranya yang tak tampak serta angin topan yang mengancam lalu seketika mereka mundur teratur setelah ketidakpastian sebulan lamanya. Seperti yang lalu penulis pernah sampaikan yang mengutip analisis biografer sirah Haekal, bahwa pertolongan itu akan datang ketika berada pada klimaks yang menguji yang pada perang ahzab (khandaq) ini sampai menggoncang hati dan melahirkan purbasangka pada Rabb, sungguh mulia bagi mereka yang terus bertahan dalam kondisi sulit seperti ini.

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا [٣٣:١١
Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

02. November 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *