TRP-Agar Kita Paham

Agar kita paham, memimpin itu tugas terberat. Ia harus meneladani dan mengecap penderitaan pertama kali. Ia pun harus paling dekat dengan Rabb jauh lebih dekat daripada masyarakatnya. Dalam TRP singkat pasca membaca chapter gemilang penaklukan Mada’in, penulis kutip satu nasihat yang tulus dari seorang sahabat pada sahabat lainnya, agar kita paham:

Kala itu, pembagian harta pasca penaklukkan Mada’in, kepada para penduduk Madinah. Sampailah pada permadani yang tidak dapat dibagi-bagi lalu Umar bertanya pada masyarakatnya:

Bagaimana pendapat kalian mengenai permadani ini?.

Saat itulah Ali bin Abi Thalib berkata: “Allah tidak akan menjadikan ilmu yang ada pada Anda untuk membuat Anda bodoh, dan keyakinan Anda menjadi keraguan. Anda tak mempunyai apa-apa di dunia ini selain yang sudah diberikan kepada Anda, maka itupun sudah berlalu, atau yang anda pakai, itu pun sudah usang, atau yang anda makan, dan itu juga sudah habis. Kalau ini Anda simpan sekarang anda tidak akan menghilangkan hak orang yang tidak punya.”

Umar berkata: “Anda memang bersungguh-sungguh menasihati saya.”

Kemudian permadani itu dipotongnya dan dibagikan kepada khalayak. Ali juga mendapat sepotong tetapi bukan dari yang terbaik. Sungguh-pun begitu sudah pula dijualnya dengan harga dua puluh ribu.

Ini masalah keteladanan yang berbuah pada ke-tsiqohan. Sebuah akhlak yang meresap dalam jiwa masyarakatnya.

Dikutip dari kitab Sirah Umar bin Khattab karangan Muhammad Husein Haikal.

Wallahua’lam

[K-TRP(Tulisan Rutin Pagi)]

25. March 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *