[SQ] Resensi Tentang Sebuah Cerita

Cuaca kini sedang tak bersahabat, namun aku tau bersahabat atau tidaknya cuaca tidak akan merubah ia menjadi lebih hangat karena itu diluar kuasa seorang hamba, ratusan hamba atau jutaan hamba sekalipun. Kita punya cinta, cinta itu punya tujuan makanya seorang ustadz menekankan sebuah makna iman yang paling sederhana,

“Bukan iman namanya kalau itu bukan pada yang ghaib”

Menohok sekali resensi itu kan sahabat?, bukan iman namanya kalau kita bilang kita beriman bahwa matahari itu panas, beriman bahwa bulan itu hadir setelah matahari tenggelam, beriman bahwa yang ada di hutan adalah pohon, dedaunan dan sebagainya. Bukan itu namanya iman, iman itu adalah percaya yang ghaib lalu konsisten dengannya agar menjadi keterikatan serta patokan jiwa dalam bergerak. Begitulah cuaca hari ini, aku kau dan pemimpin dunia manapun tak mampu merubahnya.

Ternyata sudah hari ke-9 di tahun baru, hari terus berlalu dengan ritmenya dan kini izinkan aku si dhaif ini bercerita sedikit tentang perjalanan, pengalaman, suka duka dan kesyukuran yang terbatas. Kenapa terbatas?, karena kalau kesyukuranku banyak, pasti Allah akan menambah lagi berupa nikmat dan kini aku masih terus mencari dan berharap akan ada nikmat-nikmat tambahan dari-Nya, karena kesyukuranku yang terbatas ini.

Tahun 2012 adalah momen pergantian medan teori menjadi implementasi. Kalau dulu aku banyak mendefinisikan pemikiranku dalam bentuk analogi, kini aku sedang terjun dalam medan implementasi. Perbedaannya mencolok karena di medan implementasi kita lebih membutuhkan realisasi yang kita pikirkan, ia harus bisa disentuh, ia harus bisa dikritisi dan ia harus bisa dievaluasi. Medan ini sangat nikmat, ia membutuhkan konsistensi dan amal yang berubah menjadi kolektif. Ya, itulah namanya keluarga sebuah momen zaman yang niscaya, kadang mulus, kadang terjal, namun tak apa karena kini jalannya tak dilalui sendiri tapi bersama untuk ridha Rabb semesta alam. Itulah momen terpenting 2012. Tapi ia bukan momen pertama karena momen sebelumnya adalah kelulusan master yang aku tempuh di medan rantau.

Opi

Melihat, merenung, menatap akan jalan lalu dan kini. Angin segar lalu, kini dan berikutnya. Langkah-langkah akan terus tergambar, langkah-langkah akan terus tergores bahwa kita adalah hamba dan kini yang patut terus disampaikan adalah rasa syukur karena ia begitu bermakna untuk peremajaan iman, interaksi dengan alam ghaib yang tak bisa disentuh dengan fisik namun ruh. Berjalan bersama, semoga mendapat amanah bersama, berlebih bersama, kekurangan juga bersama, mencintai bersama akan lanjutan cinta yang hakiki di jalan Allah swt.

Menatap 2013 bersama kekasih fisik dan jiwa! ^^

Wallahua’lam

[K-SQ]

09. January 2013 by Mr.K
Categories: Brain Stretching | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *