Simpan secara positif

Temans sini aku bisikkan satu pola dasar dan turunan masalah, yang aku bisikkan mungkin tak bisa dibuktikan secara empirik tapi apa peduliku ini kan blog-ku yang kau anggap penting ambil jikalau salah buang ia ke bantar gebang atau TPA-TPA terdekat.

Pola masalah ada 2:

Masalah yang terlihat : Masalah ini terlihat sangat jelas, namun ia ibarat tukang ketoprak yang sudah mengaduk sambal kacang, aksi selanjutnya (mengaduk sayur) tidak bisa ditunda lagi, tidak bisa dipelankan dan tidak bisa menjadi ketoprak jikalau dihentikan di tengah jalan. Sehingga masalah seperti ini walau ia sudah berjalan harus dihadapi dengan segala resikonya, karena boleh jadi elemen-elemen yang terlibat dalam masalah itu adalah elemen yang tidak dalam kapasitas bisa diperbaiki dengan satu, dua atau tiga orang yang heroik yang memuntahkan segala kelemahan yang ada (existing drawbacks), lalu step aheadnya kembali kosong, karena elemen disana tidak bisa diperbaiki dalam satu atau dua hari. Jadi ketika masalah mendesak dan tidak ada tempat dan jeda memperbaikinya, kita hanya memiliki satu opsi, jalankan dengan menyerahkan hasil akhir kepada sang maha Tahu, itu saja. Jikalau kau geram dan bingung akan “problem ubiquitous” atau masalah yang muncul dimana-mana, simpan kegeramanmu dan konversi dengan gerak walau lagi-lagi terkadang tidak maksimal.

Masalah yang tidak terlihat: Terkesan sedikit atau jauh lebih mudah dari yang pola pertama, namun ia adalah masalah besar yang harus dihindari, karena masalah yang tidak terlihat karena ketiadaan elemen yang peka terhadap masalah, bisa membawa suatu negara takluk di tangan musuh dalam hitungan hari, layaknya runtuhnya abad pertengahan islam dan ketika itu hulaghu kahn mempermalukan “epicenter” peradaban dunia (Baghdad), hanya dalam hitungan hari. Karena ketiadaan kepekaan membuat masalah tak bisa lagi dihindarkan lalu tiba pada masa-masa kembali memperbaiki kemuliaan abad pertengahan.

Sekarang pilih mana?, terserah anda. Oleh karenanya bagi yang memiliki quwwatur ruh dan quwwatul qalb adalah niscaya mengambil alih kepemimpinan, begitu kata seorang ustadz (almarhum).

Wallahua’lam

K

17. March 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *