Revealing secret(2)

Kalau dakwah punya rahasia, yakinku ia telah diserap dengan utuh oleh generasi awal sepeninggal Rasulullah. Sehingga uswah(keteladanan) adalah bukan satu hal yang dihasilkan di masa-masa kini, kalaulah ada, itu hanya derivasi dari uswah-uswah dari Rasulullah. Satu hal hari ini yang kudapat, dakwah memiliki rahasia umum, salah satunya “ramah”. Jikalau ramah ada dalam keseharian muamalah (interaksi antar manusia) bukanlah hal yang sulit, dengan keramahan dan membaca kondisi lawan bicara akan menjadi satu senjata penting untuk melakukan hal-hal lanjutan. Jadi pikirku, ramah adalah satu kunci dan rahasia umum yang sangat luar biasa.

Abu Bakr Ra bertanya pada Aisyah binti Abu Bakr, apakah ada amalan yang belum aku ketahui yang dimiliki Rasul?

Aisyah menjawab, ya, beliau seringkali memberi makan yahudi buta di pinggir pasar, walaupun setiap hari yahudi buta itu menghinanya.

Walaupun nubuwah menjadi ladang kebencian kaum kafir pada Rasulullah yang sebelumnya dijuluki al-amin dan dihormati di seantero jazirah arab, namun ketika beliau wafat masih ada orang-orang kafir yang masih menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah, karena apa?, karena mereka masih “sangat percaya” kepadanya.

Thufail bin Amr Ad-Dausi mengeluh dengan sangat, terhadap kaumnya yang melakukan makar diluar batas, lalu ia pinta agar Rasul berdoa agar melaknat kampung Daus, apa jawab Rasul, ia menengadahkan tangan dan meminta kepada ALLAH agar kampung Daus diselamatkan dan berislam. Nyatanya?, fathu makkah menjadi cerita indah kampung Daus semua bersyahadat.

Kurangkah secuil uswah diatas teman?

Sehingga dakwah ini perlu keramahan, tak perlu popularitas didalamnya, biarkan popularitas itu mencari kita. Kenapa perlu popularitas?, karena banyak kini, yang berbuat makar yang populer, sehingga bagi mereka yang berusaha beriman dan menyebarkan kecintaan (lagi) umat islam terhadap Din-nya, di beberapa tempat popularitas diperlukan, walau itu melelahkah 😀 .

Wufong-Yizhong Rd-Li xing Rd-Wufong ditambah nyasar 1 jam, aku menggunakan sepeda kerenku, kukatakan ini pada xiaojie!

Hen yuan aaa..

Dui aaa, hen yuan haiyou hao lei aaa…

[Percakapan yang dimulai karena ia bingung akan baju kokoku], kukatakan saja dengan tidak teratur kata-katanya,

Zheke yinni bai-bai yifu (Intinya ini untuk shalat orang muslim)

hoooo…

* Tulisan lelah mengayuh, yang terinspirasi keramahan xiaojie penjual teh.

NB: Pelajaran moral jika nyasar, harap tanya supir taksi atau pak polisi, sisanya, hanya akan membuat kita bingung dan mengeksekusi command wrongWay.extension(TRUE). 😀

[K]

15. May 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: , , | 2 comments

Comments (2)

  1. K..kalimat ini:”Zheke yinni bai-bai yifu” menyesatkan sekali artinya 😀 Walau saya mengerti maksud dan arahnya kemana 😀

    Selain “ramah”, membiasakan hal yang baru kepada orang yang merasa sesuatu itu asing menurutku juga salah satu rahasia dakwah.

    Contoh… dari pada mengucapkan “bai-bai”, lebih baik kita menyebut “li bai” (sholat), ketika mereka bingung baru dijelaskan dengan “bai-bai”, tapi setidaknya kita sudah memperkenalkan, klo shalat itu bahasa cinanya li bai…

    Trus… dari pd menidentikan muslim dengan orang Indonesia (bagus juga sih, tapi nanti malah dianggap Islam hanya agamanya orang Indonesia), mungkin kita bisa mengenalkan “yīsīlán”, klo mereka nggak paham juga, baru bilang ” hui jiao” (orang sini biasanya mengenal Islam dgn penamaan Hui Jiao), nggak paham juga… baru masukin orang Indonesianya, hehehe…

    my two cents 😉

  2. superrr, thanks masukannya mbak Y. Intinya adalah kemampuan berbahasa yang harus semakin diasah 😀 . Hui jiao sy udah pernah dengar, tapi lupa..hehe. Ok ini akan coba diolah ilmunya.

Leave a Reply

Required fields are marked *