Milo hangat

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Dulu di sepanjang pagi, secangkir milo hangat sudah terduduk rapih dengan pilihan roti tawar atau nasi goreng…

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Masa-masa SMU yang terkadang kutinggalkan secangkir milo itu karena terburu-buru berangkat hingga siangnya ia masih terduduk di tempat yang sama, meja makan.

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Memulai pagi dengan konsistensi dan senantiasa sama tidaklah mudah, namun bunda telah melakukannya entah sudah berapa puluh tahun lamanya..

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Menyalami ayah bunda di pagi hari tuk berpisah sejenak demi menempuh ilmu, di masa-masa SMU yang penuh tanda tanya…

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Sebuah seduhan susu hangat bunda mungkin memiliki rasa yang sama secara eksplisit, namun ia jauh lebih bermakna secara implisit…

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Bunda, anakmu sekarang tetap minum milo hangat, walau lebih sering tidaknya…

Jika seruput milo hangat, teringat bunda…

Pasti pagi ini bunda sedang berada di dapur, walau kami terpisah jarak yang semakin jauh saja…

Sruppp (melanjutkan sruput milo hangat, mau???, beli sendiri ya)

[K-Memulai pagi]

25. April 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: , , | 3 comments

Comments (3)

  1. Ehem..

    Sy suka dengan tulisan ini… :)

    Secangkir milo hangat bunda.. pagi ini, sebagai pertanda aku masih ingat akanmu…

    Do’akan segera ada yg membuatkan.. 😆

  2. Aminnnn…

Leave a Reply

Required fields are marked *