Leading

Perang Yamamah berkecamuk, Khalid si pedang ALLAH tampak tenang, sekali saja ia menyemangati pasukannya yang kala itu kacau balau dan terpecah. Setelahnya pasukan Khalid Saifullah menang dengan gilang gemilang, sebagai titik awal kedaulatan Islam, ekspansi pasca wafat Rasulullah dan digantikan oleh khalifah pertama, Abu Bakr As Siddiq.

Masih dalam Perang Yamamah, sebagai salah satu dari serangkaian brigade ummat di perang Riddah (menumpas para murtad), sang penghafal Quran yang memiliki kelebihan dapat melihat siapa yang munafik dan tidak, Hudzaifah bin Yaman berteriak di pasukan muslim yang setelah Khalid berpesan, kembali dengan semangat tinggi. Hudzaifah berucap,

Wahai penduduk Qur’an, hiasilah Al-Quran dengan perbuatanmu.

Seluruh hafidz di medan laga tak tinggal diam, semangat mereka terus berkobar seakan bertemu ALLAH menjadi dambaan, Yamamah menyisakan legenda para hafidz yang syahid. Oleh karenanya dari era Abu Bakr sudah berinisiatif untuk mengumpulkan Al-Quran (dibukukan seperti yang ada pada kita hari ini), karena banyaknya para hafidz yang gugur di laga Yamamah.

Para pembaca, tak perlu banyak bicara, sedikit namun inspiratif dan dalam penuh tauladan lebih “berkhasiat” jika ingin menggerakkan masa dan menginpirasi setelahnya. Jangan terlalu banyak bicara, seret nanti apalagi lagi puasa 😀

Kukutip lagi petuah 11,

وَلْيَعْلَمْ أَنَّ الْحَاجَةَ إِلَى الصَّمْتِ أََكْثَرُ مِنَ الْحَاجَةِ إِلَى الْكَلَامِ، لِأَنَّ الْحَاجَةَ إِلَى الصَّمْتِ عَامَّةٌ، وَالْحَاجَةُ إِلَى الْكَلَامِ عَارِضَةٌ، فَلِذَلِكَ مَا وَجَبَ أَنْ يَكُوْنَ صَمْتُ الْعَاقِل فِي الْأَحْوَالِ أَكْثَرَ مِنْ كَلَامِهِ فِيْ كُلِّ حَالٍ

Dan hendaklah seseorang mengetahui bahwa kebutuhan kepada diam lebih banyak daripada kebutuhan kepada bicara, sebab kebutuhan kepada diam bersifat umum (sepanjang waktu), sedangkan kebutuhan kepada bicara bersifat temporer, oleh karena itu menjadi sebuah kewajiban agar seorang yang berakal lebih banyak diam dalam keadaan bagaimanapun dari pada berbicara yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Wallahua’lam

[K]

30. August 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *