KF#24-Sejelas Langkah

Al-A’raf: 84

“Dan Kami hujani mereka dengan hujan(batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.”

Apa lagi yang kurang dari kitabullah, kala kita menuju kemaksiatan ALLAH memberikan contoh sejelas-jelasnya contoh. Contoh itu bukanlah sebuah abstraksi dan bukanlah sebuah analogi namun ia adalah kisah masa lalu yang pernah terjadi dan sebagian dari mereka masih berbekas peninggalannya. Pembaca masih ingat kala Rabb menjelaskan di kitabullah bahwa jasad Fir’aun itu akan dijaga hingga akhir zaman?, dalam sebuah ayat ALLAH menyampaikan bahwa itu menjadi sebuah poin pelajaran bagi umat setelahnya. Poin pelajaran tentang kemurkaan ALLAH bagi mereka yang mendustakan-Nya bahkan mengaku Tuhan.

Di surah al-a’raf diceritakan berbagai kisah Nabi sebelumnya yang didustakan oleh umat bahkan kerabat/keluarga dekatnya. Coba sahabat buka lagi kitabnya, semoga pada masih ingat ya terakhir taruh dimana kitab al-qurannya ^^:

Al-A’raf: 65

“Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?””

66:

“Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.””

67:

“Dia (Hud) menjawab, “Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan seluruh alam.””

Begitupula pada Kaum Samud yang diutus Saleh kepada mereka, kala Rabb menguji mereka dengan unta betina dan agar dibiarkan unta itu makan di bumi Allah, jangan disakiti agar mereka tidak mendapat siksa yang pedih. Namun karena kemurkaan dan ketidaktaatan pada utusan Allah, mereka malah menantang Nabi-nya:

Al-a’raf: 77-78

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang Rasul””

“Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka”

Bagaimana dengan kita sahabat?, apakah nilai-nilai ajaran yang telah dicontohkan Rasul Allah telah kita pupuk menjadi kebiasaan?, atau jangan-jangan dalam hati tersemai harap pada makhluk yang berlebihan?, bagaimana dengan ketergantungan kita yang bercabang dalam menghadapi masalah?. Itulah dunia dengan segala campur-aduknya uji, nikmat dan cobaan yang berdampingan, pada akhirnya hanya butuh satu pegangan agar tidak terlempar jauh dari zona iman, kala aqidah itu dipupuk dalam amal yang dibangun dari kecil, konsisten hingga berbekas menjadi kebutuhan sebagai media komunikasi pada-Nya.

Mari terus membangun kebiasaan, yang membangun jiwa agar ia tidak lunglai ditelan angin kekosongan aktivitas dan agar ia tidak terjerembab dalam nikmat yang sering membuat kita lupa untuk bersyukur.

Wallahua’lam

[KF#24]

14. October 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *