KF#21-Medan Terjal Cerita

Sudah suratan takdir, cerita itu berakhir manis dan pedih, kadang ia bercampur duka dan suka lalu beralih pada masa yang membuat mereka hidup, hidup jiwanya karena saling mengenal lebih dalam, lekang tak ditelan zaman. Kalau pembaca melihat kisah terjalnya cerita tetua kita, para shalih atau bahkan para anbiya yang ditemani oleh mereka yang berjalan seirama dan sinergi.

Si fulan mungkin telah menjadi suratan takdir bertemu fulanah, di masa muda mereka tak jua bertemu muka namun adakah yang menghambat pertemuan jika Rabb menghendaki?

Atau mungkin Ustman yang bertemu Ruqayyah, adakah kiranya sebuah kebetulan seorang saudagar meminang anak manusia teragung sepanjang masa?

Atau bagaimana dengan kisah Siti Hajar dan Ibrahim kala harus menerima anaknya harus diungsikan kala Sarah terbakar api cemburu dan sebagai suratan takdir sebuah irama hidup yang ditentukan oleh-Nya.

Semua bermula dari qadha dan qadr, akan ada banyak takdir yang mungkin berbelok kala kebaikan satu berbuah menjadi kebaikan berikutnya. Akan ada berkah kala amal ditujukan hanya untuk-Nya lalu bagaimana dengan sedekah yang dianalogikan seperti benih yang menghasilkan bulir hingga buah yang berlipat?

Medan yang terjal, tentang cerita harus terus digores kadang lelah fisik, kadang ruh, kini kita bertanya bagaimana kembali menyegarkannya?

Teruslah bergerak, karena sedetik dunia takkan kembali lagi.

Wallahua’lam

#Menunggu kari daging perdana ala si “dia”

26. September 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *