KF#17-Pegang Kendali

Ketika sedikit melaju kencang bersama si biru (sepeda motor) yang sudah mengenyam sekira 10 tahun asam garam jalanan Banda Aceh, lubang nan terjal di jalan raya, syukur kalau tak ada genangan air kalau ada kan menjadi gerutuan untuk pemerintah yang tengah duduk manis di kantornya. Kadang menjadi pertanyaan besar bagi rakyat jelata sepertiku, kenapa jalanan kota ataupun kampus bisa dibiarkan berlubang sekian bulan atau tahun lamanya?, apa mereka yang tengah menjabat itu tak mau amal jariyah, kala ia mampu menyisihkan barang sekian bulan gajinya lalu berinisiatif sendiri untuk memerintahkan aparatnya untuk menambal jalanan itu?. Sesulit itukah birokrasi beramal?

Ups, jadi curcol (curhat colongan ^^)…

Aku ingin menyampaikan sebuah renungan, kala memacu si biru dengan cepat secara bersamaan kemampuan kendaliku terhadapnya akan berkurang. Coba kita bayangkan, mana yang lebih besar probabilitas kecelakaan, apakah safety riding atau high speed riding?. Jarang kita mendapati kecelakaan saat pengemudi melaju pelan kan?. Begitulah adanya, semakin cepat melaju semakin mudah kita terpelanting dalam uji dan terperosok. Begitulah hidup, kadang kita ingin melaksanakan banyak hal dalam satu unit waktu, namun kala profesionalitas itu kita abaikan, nantinya akan mengarah kepada penyelesaian yang asal-asalan. Coba pembaca liat, kenapa sih peremajaan jalan harus selalu di-“geber” menjelang Ramadhan?, kenapa sih kita sering panik dan ingin cepat “kelar” kala due date (masa jatuh tempo) sebuah tugas sudah menghantui?.

Jadi, kini kita patut merenung bahwa dalam kecepatan kerja dan rencana selalu membutuhkan kehati-hatian, evaluasi berkala terhadap target lalu jangan pernah taruh sebuah jaket permanen untuk jiwa selama perjalanan dunia, jaket itu adalah jaket tawakal. Dengan jaket tawakal, jangankan masalah dunia seakan “terik”, hujan badai sebuah masalah pun kan mudah teratasi karena kita menyerahkan hasil semua ikhtiar kepada-Nya, ya Dia sang penggenggam arasy dan kuasa mencabut nyawa hamba-Nya kapan saja Ia mau.

Wallahua’lam

28. August 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *