KF#15-Episentrum Cerita

Karena gula akan mengundang semut, berkerumun dan berkumpul di sekelilingnya…

Lampu pijar nan terang, menyinari ruang sekitar dan karenanya laron asik menujunya hingga bertubrukan dan terpental jatuh…

Rusa diterkam lalu lumpuh, anak-anak singa mengerumuninya untuk mengapresiasi hasil buruan ayahnya…

Fenomena sebuah pemusatan perhatian dapat dianalogikan sebagai kebutuhan. Kala semut suka gula, ia akan berkumpul di sekitarnya. Kala manusia senang pada satu hal dan memberikan peluang untuk berkumpul bersama, mereka akan tertarik lalu duduk takzim sepanjang perhelatan. Pada hakikatnya, sekumpulan entitas akan berkumpul, bergerak bersama karena adanya ketertarikan dan kebutuhan layaknya laron menuju cahaya terang. Ini adalah analogi sederhana dalam mengumpulkan masa. Masa butuh ketertarikan dan dengannya ia menjadi kebutuhan. Kalau episentrum ketertarikan itu homogen untuk seluruh manusia, coba kita bayangkan bagaimana manusia bisa di-drive dengan mindset yang sama dalam kerja kolektif.

Jika bertaqarrub ilallah (mendekat kepada Allah) itu adalah ketertarikan jiwa dan menjadi kebutuhan asupan ruh. Akankah mungkin nanti satu masa, ada episentrum madani kala manusia meninggalkan jual beli dan perniagaan lainnya kala adzan berekumandang, menggelegar merdu di sepanjang lekuk dunia?, ibarat semut “manusia” yang mengerumuni gula “rumah Allah”.

Selamat datang Jum’at mubarak, seperti jum’at-jum’at lalu kan kupinta sebuah do’a agar Ridha-Nya selalu menyertai. Untuk Dia yang tak pernah bosan mendengar do’a hamba-Nya.

Wallahua’lam

#aroma dapur mulai menggoda menjelang shalat Jum’at tiba.

24. August 2012 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | 2 comments

Comments (2)

  1. suka ini banget kak,

    bagian ini, ku quote yak di blog sebelah 😀

    Jika bertaqarrub ilallah (mendekat kepada Allah) itu adalah ketertarikan jiwa dan menjadi kebutuhan asupan ruh. Akankah mungkin nanti satu masa, ada episentrum madani kala manusia meninggalkan jual beli dan perniagaan lainnya kala adzan berekumandang, menggelegar merdu di sepanjang lekuk dunia?, ibarat semut “manusia” yang mengerumuni gula “rumah Allah”.

Leave a Reply

Required fields are marked *