Kala Langit Berwarna (Kompilasi Bulan April 2013)

Sudah pertengahan bulan April, tiba saatnya mengkompilasi beberapa hal yang dirasa perlu ditulis untuk kenang-kenangan di hari tua. Atau lebih tepatnya kenang-kenangan di kala usia mungkin semakin hari semakin sedikit, semakin menuntut kita berbenah, melanggengkan optimisme, menyiapkan bekal menuju bahtera yang hampir berlayar.

Kalau kata Buya Hamka dunia itu ibarat tempat transit, yang mana seluruh penumpang menyiapkan perbekalan di sana, beristirahat sejenak. Ada pula yang membeli beberapa perbekalan, namun ada pula yang kalap dengan membeli banyak hal, menikmati banyak hal hingga lupa untuk kembali ke bahtera. Bahtera?, jadi kemana kiranya bahtera itu kan berlabuh nantinya kalau bukan di dunia?, jadi ia akan terus berlayar ada atau tanpa orang yang menaiki bahtera itu ke tempat tujuan yang dimaksud?. Ya bahtera itu akan tetap berlayar, mungkin ada yang lupa untuk menaikinya karena terlanjur cinta dengan dunia (Penyakit Wahn), namun ada yang mengambil secukupnya dari dunia, tapi ada pula yang tak mau sibuk dengan dunia hingga ikhtiar terlupa padahal tawakkal dituntut agar keseimbangan dunia dan tujuan berlabuh itu ada. Jadi kemanakah tempat berlabuh itu?, ialah akhirat tempat kita berpulang, yang mungkin kalau kita sudah menaiki bahtera itu lalu turun ke tujuan akhir bernama akhirat, ada yang bermuka  masam lagi pekat namun adapula yang bermuka cerah dan merindukan menatap wajah Tuhan-nya.

Begitulah dunia sebagai pengibaratan tempat transit. Sudah sedari September akhir, aku dan istri berada di pulau Formosa, artinya menuju 7 bulan di fase kedua. Tak perlulah aku selalu menjelaskan apa aktivitas kami di sini, kadang padat, kadang ada kelowongan waktu namun ada pula kala mimpi-mimpi kami siapkan agar kami bisa menentukan apakah akan ada kesempatan untuk melanjutkan ikhtiar di sini. Boleh jadi kami kan berlanjut tinggal di sini atau Allah menentukan lain hingga kami perlu angkat koper dari sini. Jadi dua bulan ke depan semoga menjadi poin-poin penentu apakah kami akan tetap di bumi formosa atau bersiap pulang dan tak kembali lagi ^^. Sehingga kami siapkan dinamika yang mampu kami jalani, alhamdulillah kemarin baru saja diluncurkan SALIMAH (Persaudaraan Muslimah) di sini dan istriku berada dalam jajaran kepengurusannya, semoga ini mampu menjadi wadah penguat bagi muslimah di sini. Maklum saja para pekerja wanita yang hampir 80% dari 193.000an TKI di Formosa tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk menimba ilmu, wawasan keislaman pun dirasa sangat tidak mencukupi, semoga dengan SALIMAH ini bisa berbuat banyak nantinya.

DSCN1654

Aku masih berkutat dengan waktu dan semoga ini menjadi sesi terakhir pertarunganku bersama bahasa Mandarin, aku menikmatinya namun dalam waktu yang sama aku tak mampu membersamai bahasa ini dalam skala ketat bernama PR, tugas dan saudara-saudaranya. Kadang ku merasa waktu semakin cepat saja, aku ingin cepat melihat apa yang Rabb tentukan tapi serta merta aku sadar bahwa tak ada yang bisa dipercepat kalau Allah berkehendak memperlambatnya dan tak ada yang bisa diperlambat kalau Allah berkehendak mempercepatnya. Jadi aku tetap menikmati dinamika ini dengan menempelkan sifat yang mungkin terkadang aku lupakan, bernama Qanaah. Aku meyakini benar, dengan menempelkan sifat ini kita mampu menikmati dinamika yang ada, hingga tiba saat penentuan dari Rabb.

Riset terus menunjukkan dinamika menuju positif, kuharap SCI journal berikutnya bisa di-accept dalam waktu dekat beserta kompetisi yang tengah kami siapkan. Semoga hari, bulan-bulan ke depan kami dapati kabar yang menenangkan hati. Karena dengan hasil yang berbuah ketenangan hati akan lebih jauh dampaknya dari kabar/hasil yang hanya menggembirakan fisik.

Rabb pemilik semesta, berikan yang terbaik, mudahkanlah perjalanan kami di satu, dua hingga n kesabaran berikutnya.

Kala langit berwarna merah saga, kutitipkan cinta pada saudara seiman di tanah kelahiran para Nabi (Palestina), yang menuntutku tak boleh sering mengeluh karena mereka mengajarkanku tentang ketabahan abadi…

 

Wallahua’lam.

15. April 2013 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *