It was disclosed

Pernah di satu kesempatan dalam mendampingi ustadz Bawazier ketika tiba di Taichung kutanyakan pada beliau apakah sering berkunjung ke wilayahku dulu, kalau kata orang Bogor Coret, karena kemana-mana dekat, mundur dikit masuk Bekasi dan maju dikit sudah masuk wilayah Jakarta, ya itulah Bogor Coret 😀 . Entah tersadar atau tidak, aku seperti pernah melihatnya entah dimana.

[simage=124,200,n,center,]

Taichung June 14, 2011

June 14, 2011 ketika safari dakwahnya di Taiwan dan mampir ke kampusku yang baru saja memiliki mushola, Aku tak lagi berfokus apakah aku pernah bertemu dengannya di Indonesia dulu, kami memulai pengajian dan diskusi hangat hingga pukul 22.30, rautnya tetap kuat sepertinya lelah di perjalanan tak membuat beliau kehilangan semangat dalam menyampaikan hal-hal terkait urgensi berdakwah di Bumi Formosa. Terang saja ini sesuai dengan suasana di kampus yang sedang semangat ’45 dari syiar Islam hingga iftor Jama’i.

Pagi ini, sudah sepekan pasca kedatangannya dan pada intinya menunggu cucian selesai di proses, kubuka direktori-direktori laptop kesayanganku yang sudah mulai uzur ini dan sering mengeluh diminta dicarikan teman baru bernama iPad, sedikit kaget di direktori Agustus 2010 kumelihat beliau pernah mengisi di perumahan tempat tinggalku dulu. Haha ini adalah event sebelum Ramadhan dan kepergianku setelah beberapa hari di bulan Ramadhan tahun lalu dan yang tak mungkin dilupa adalah hari itu adalah hari dimana ku merasakan nasi kebuli Haji Atik yang mangstab abis (perut langsung berinteraksi positif, kriuk..kriuk mode ON). Keanehan terjawab, ternyata aku pernah melihatnya dulu di Indonesia 😀 .

[simage=123,200,n,center,]

Bogor Coret, August 2010

Xie xie ustadz atas ilmunya selama di Taiwan.

[K]

24. June 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, commons story | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *