Disclosure No.5

Sepertinya ini yang kelima 😀 , jadi langsung kutulis judul pengungkapan yang kelima. Ini bukan pengungkapan intelijen atau spionase yang berkeliaran. Ini bukan perihal CIA, KGB atau Mossad yang terakhir katanya menyusupi gerakan Hizbullah, bukan teman, sekali lagi bukann…

Namun tulisan ini adalah renungan kelima perihal perbedaan yang jelas antara generasi terbaik dengan generasi akhir zaman. Generasi terbaik adalah mereka yang hidup bersama Rasulullah yang hadir di setiap majelisnya dan merasakan momen-momen ketika Rasulullah mendapat wahyu melalui Jibril, sungguh mengesankan. Generasi akhir zaman adalah generasi kita generasi yang tidak pernah melihat Nabinya, generasi yang memiliki tingkah polahnya sendiri, jadi tidak heran ada komunitas-komunitas aneh di dunia sekarang ini, salah satunya generasi kaum Luth pendukung Lady gagak yang beberapa hari kemarin muncul di koran harian Taipei…Fiuhh…

Wadoh lagi-lagi OOT di pembukaan sebuah pengarahan curhat colongan yang mengagumkan bukan??? (ting tong, sekian banyak pembaca mulai bingung lagi). Oke kita langsung ke titik pengungkapan kelima, Apa yang membedakan generasi terbaik dan generasi akhir zaman?, silakan pembaca renungkan ya;

Rasulullah punya sepupu dari Zuhrah bernama Sa’d, Sa’d punya saudara laki-laki bernama Umayr, usianya masih sangat beliau sekira 15 tahun. Ketika perjalanan menuju laga badr  (perang badr) ia kelihatan ketakutan dan sangat gelisah. Sa’d mendapati saudaranya itu lalu bertanya, ada apa denganmu?

Aku takut Rasulullah mendapatiku mengikuti perjalanan perang ini. (umur 15 tahun tidak diperbolehkan mengikuti peperangan Badr kala itu)

Kenapa kau takut?

Aku takut dipulangkan dari medan jihad padahal aku sangat ingin maju ke medan laga.

Lalu selanjutnya Sa’d mengisahkan tentang adiknya ini,

Sampai-sampai ia aku harus mengikatkan tali pedangnya.

[simage=93,288,n,left,]

Wahai pembaca, apakah ada yang aneh dari kisah singkat diatas?. Seorang pemuda ketakutan namun bukan takut akan jihad fisabilillah yang ketika itu adalah suatu kewajiban karena Muhajirin diusir dari negaranya sendiri, namun ia  takut dipulangkan dari laga badr karena keinginannya yang kuat untuk syahid. Ada yang aneh dengan komparasi kekinian melihat pemuda sekarang yang ketakutan dengan jin-jin atau di malam gelap ketakutan jika berjalan sendirian?

Kisah kedua,

Masih ingat seorang sahabat yang dikaruniai umur panjang bernama Abdullah bin Amr al ash?, dia adalah anak dari pembuka Mesir bernama Amr al Ash. Berikut detailnya dari Kitab Riyadushalihin No.154

Abdullah bin Amru bin Ash ketika bertanya kadar membaca Al-Qur’an kemudian Rasul menjawabnya sebulan sekali khatam, beliau berujar,

إِنِّي اُطِيْقُ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ

Aku mampu lebih dari itu

Wahai pembaca, apakah ada yang aneh?, seorang pemuda bernama Abdullah meminta ibadah yang lebih jauh dari standarnya?. Bagaimana dengan pemuda sekarang??? (Aku tak jua bisa mengkomparasikan karena ini bukanlah hanya renungan bagi pembaca namun juga bagi penulis).

Sehingga dalam tulisan ini penulis hanya ingin menekankan bahwa, kualitas pemuda saat ini tidaklah mungkin melewati keshalihan di masa awal, di masa-masa generasi emas. Sehingga sudah sepatutnya kita banyak mengingat ALLAH SWT agar pertolongannya di akhirat kelak menghampiri kita, karena tanpanya kita pasti bergelimang dosa.

Wallahua’lam

[K-sebuah renungan sirah]

11. July 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *