Ada rasa yang tak biasa

Ada rasa yang tak biasa ketika Salman mendengar berita kenabian, ia beranikan turun dari pohon majikannya dan berupaya bertanya lebih detail ciri dari seseorang yang disebut nabi baru itu. Namun majikannya keburu membentaknya dan ia kembali naik ke pohon menunaikan tugasnya. Rasa ini semakin tak biasa, ia beranikan diri pergi ke Madinah untuk menguji, ia yang mengaku nabi baru itu.

Ia tidak akan menerima/memakan sedekah namun akan menerima hadiah, begitu pesan pendeta agung yang dulu berpesan kepada Salman, lalu ia mulai menguji dan benar orang itu tidak memakan sedekah dan langsung mengarahkan makanan itu ke para sahabatnya namun akan beda jika itu adalah hadiah, dia akan menerimanya dengan senang hati. Salman pulang ke rumah majikannya dengan senang hati, rasa yang tak biasa itu, kegembiraan melihat tanda kenabian telah akurat sekira 40 persen. Aktivitas terus berjalan seperti biasa hingga beberapa tahun berikutnya ia kembali ke Madinah untuk melihat tanda kedua, sebuah bekas di punggung orang yang mengaku nabi itu.

Namun orang itu telah mengetahui maksud Salman dan langsung memperlihatkan tanda itu, dan sontak rasa yang tak biasa itu membuncah, ia menangis, tersedu sedan sekaligus senang bukan kepalang dan pada akhirnya ia menyatakan keislamannya dengan hati yang kokoh tak ada keraguan.

Ya ada rasa yang tak biasa ketika kita menunggu orang yang kita tunggu-tunggu dan mencarinya di sisi-sisi dunia yang tak pasti. Ada rasa yang tak biasa ketika Salman bertemu dengan Nabinya, yang termulia Akhlaknya, Muhammad Rasul ALLAH.

Wallahua’lam

[K]

30. June 2011 by Mr.K
Categories: Brain Stretching, Kontemplasi | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *