Ibarat hardware yang sudah ter-install software yang proper di dalamnya. Sehingga ia bisa beroperasi sesuai dengan instruksi, fungsi dan pemberdayaan lainnya. Begitupula hidup, kita adalah seonggok manusia yang ibarat hardware membutuhkan software yang proper, ready used, intuitive dan berfungsi baik. Pertanyaan mungkin muncul di benak, apa kiranya software paling tepat untuk seorang manusia seperti kita, jiwa yang sering diaduk-aduk oleh syaitan dan nafsu namun di kesempatan lain di masa hening dan syahdu berinteraksi dengan yang sebenar-benarnya interaksi, akan menjinakkan nafsu dan bersamaan dengan itu hati menyala, menerangi sekitarnya.
Continue Reading »
Kehilangan kata karena kehilangan momen…
Terkadang kata terburai, menguap entah kemana…
Continue Reading »
Penulis mendapati orang-orang yang sudah lama berjalan, tertatih-tatih, lelah dan penat, semakin hari semakin mereka mendapat saripati kenikmatan dalam usahanya. Mereka bergerak dengan keheningan kata, namun kala hadir tuk memberikan sebuah pesan, di momen itu mereka berbicara secara mendalam (profound), sarat makna dan kesemuanya terpancar karena telah melakukan, karena sudah merasakan asam garam kehidupan itu sendiri. Penulis mendapati, lagi, dalam interaksi dan dalam perjalanan itu, diperlukan semacam mata air yang menyegarkan, ibarat kita berjalan di gurun yang gersang, kita membutuhkan oasis yang menyegarkan lalu mengisi termos-termos kehidupan dengan air tersebut untuk satu, dua hingga beberapa langkah kedepan.
Continue Reading »
Hujan tak kunjung reda, bumi formosa dibasahi oleh nikmat tiada tara.
Panas terik seakan tiada, kini mendung berganti, hingga sayyidul ayyam menyambut hari ini.
Continue Reading »
Masih dalam mode menemani pak Satpam yang jaga malam, namun tadi malam tidak memiliki passion untuk di lab ^^ (working remotely). Namun apa daya, tetap dengan mode burung hantu atau kelelawar. Selepas subuh, cek Flipboard dan yang terjadi di dunia saat ini, dari teknologi, current news dan lainnya. Lock iPad dan zzzz…..
Continue Reading »
Kata orang dunia itu sempit,
Ya, untuk seorang Ka’ab bin Malik karena dikucilkan oleh Rasul dan sahabat-nya hingga berpuluh-puluh hari.
Continue Reading »
Setelah sekian lama bergelut dalam kehidupan temporal di sebuah landscape dengan aneka warna bernama dunia, kudapati beberapa tempat kala kedua orang tuaku bersinergi dalam kesenangannya. Aku masih ingat kala mereka dimohonkan berdiri di satu sesi commencement ceremony hari itu, itu pertama kali kala mereka berdua berdiri bersamaan bersamaku atas nama Achievement dunia ^^ . Di kesempatan lain, tahun-tahun sebelumnya, kebahagian itu melebur dalam keseharian. Adikku sering meledek, anak tersayang udah pulang, haha… aku menahan tawa sejenak, ya setiap aku pulang pasti sudah tersedia aneka makan yang memang berstatus invisible di tanah rantau. Terkadang, di beberapa kesempatan hari demi hari menghabiskan waktu libur, kami jalan-jalan bersama hingga semua pending menu terselesaikan semua, pernah satu kali kami ke warung nasi pecal, bersama mencari ikan tongkol besar untuk mengincar kuah tumis, pernah di tempat lain kami berkunjung ke barat Atjeh untuk mencari kerang besar, lalu tiram di pasar ikan yang lain dan terkadang kami perlu meng-hire Kak Zimmah dari kampung sebelah untuk menemani membuat kuah plik u. Hingga pada akhir liburan, semuanya tertuntaskan. Di masa-masa itu, aku berupaya keras tidak salah dalam bertindak, tidak merusak keharmonisan dan menjaga agar semuanya baik, tenteram dan berjalan tanpa tindakan artifisial. Kadang ku mendapati cara-cara yang ayah lakukan untuk menggali masa-masa muda mereka, ibuku menahan tawa, namun disitulah letak ultimate happiness itu, kadang di kesempatan lain mereka bercakap sembari menembus jalanan kota, kadang tertawa kadang sembari berbicara masa depan, lalu tertawa, ya lagi tertawa bersama.
Continue Reading »
G: Jadi gini… (sambil elus-elus jenggot yang kurang lebat itu)
Continue Reading »
Kekuasaan itu dipergilirkan, begitu pula kemuliaan…
Siapa sangka dua kutub tamaddun sebesar Roma dan Persi bisa roboh di tangan pasukan semenanjung arabia yang dulunya, jangankan bersatu, antar kabilah saja selalu bertikai dan mudah diadu…
Continue Reading »
Aku sedikit geram dengan waktu, beberapa ayat dalam qalam-Nya membuatku merasa bersalah atas ketidak-proporsionalan waktu belakangan ini. Dunia mengkonsumsi jam-jamku terlalu banyak, hingga beberapa buku tertunda, hingga pelajaran dari alam sedikit terhambat, hingga porsi wawasan seakan menjadi sempit dan berakhir pada ke-erroran interval hidup. Kalau ada satu tombol restart yang menyegarkan node-node kebiasaan dan keberpihakan jiwa akan tawazun, akan kutekan tombol itu sekarang juga. Tapi apakah kegeraman dengan waktu membuat kita menjadi keras akan tazkirah yang masuk?, apakah uzur membuat persepsi temporal menjadi melekat?, atau aku mulai menutup satu slot keberpihakan terhadap input, hingga prinsip keep foolish and hungry ala Jobs itu telah lama hilang. Kadang setelah rentang waktu tertentu, kita cenderung keras akan input yang masuk, cenderung sulit menerima perbaikan yang tulus dan pada akhirnya berujung pada fluktuatifnya jiwa terhadap impulse perbaikan tatanan sosial yang lebih besar.
Continue Reading »